MEMBUAT PENAMPANG MELINTANG/PROFIL MUKA BUMI DENGAN GLOBAL MAPPER

Penampang melintang/Profil adalah gambaran ketinggian ataupun kedalaman suatu  permukaan bumi yang disajikan dalam grafis 2D antara jarak dan tinggi/beda tinggi. Penampang melintang permukaan bumi dapat dibuat jika kita memiliki data koordinat X, Y dan Z. Data tersebut dapat kita peroleh baik dengan survey lapangan menggunakan  theodolite/total station, dengan GPS Geodetik atau dengan menggunakan data DEM dari citra satelit gelombang mikro , dengan akuisisi LiDAR atau saat ini banyak yang membuat DEM degan menggunakan konsep fotogrametri foto udara format kecil dengan wahana UAV, walaupun dengan keterbatasanya untuk mendapatkan informasi DTM pada kondisi tutupan tertentu. 

Seringkali dalam suatu perencanaan wilayah, untuk melakukan analisis hidrologi misalnya, seorang ahli hidrologi perlu mengetahui arah aliran air permukaan untuk merencanakan pembuatan saluran drainase pada suatu kawasan. Seperti kita ketahui, seringkali suatu perencanaan kawasan, terutama kawasan perkotaan dengan banyaknya tutupan bangunan baik berupa mall, pertokoan, apartemen ataupun kawasan permukiman seorang perencana perlu merencanakan drainase kawasan, sehingga terjadi banjir ketika curah hujan besar. 
Selain perencanaan drainase, dalam perencanaan jalan dan perencanaan lainnya juga sangat penting digunakan data DEM dan analisis penampang melintang/profil permukaan bumi. 
Jika anda seorang GIS Analis, atau GIS Operator, maka anda dapat menggunakan softwere GIS misalnya ArcGIS, Global Mapper maupun softwere lainnya.

Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang bagaimana membuat Penampang melintang/Profil permukaan bumi dengan Softwere Global Mapper.
Berikut langkah yang harus dilakukan.
1. Buka Softwere Global Mapper anda, maka muncul tampilan berikut ini


2.  Buka data dengan klik Open Data Files, Pilih data DEM yang ingin anda gunakan.
3.  Tentukan proyeksi data yang digunakan sesuai dengan proyeksi, zona dan datum di data wilayah yang anda gunakan, kemudian klik OK
4.       Data anda akan terbuka di jendela utama seperti berikut ini

5.       Kemudian klik Tool àPath Profile/LOS

6.       Buat garis transect di wilayah yang ingin anda buat profil dengan klik kiri mouse anda pada awal titik


7.       Setelah selesai membuat garis, di akhir titik klik kanan, maka akan muncul hasil perhitunganya





     Maka anda akan memiliki informasi grafis Penampang melintang/Profil permukaan bumi. Informasi yang ada pada grafik tersebut adalah di sumbu X merupakan jarak garis yang dibuat, sementara sumbu Y adalah nilai ketinggian pada jarak yang tertera pada sumbu X. Anda dapat membuat Penampang melintang lainnya pada wilayah yang anda ingin analisis sehingga dapat memberikan data dan informasi yang anda inginkan.

Terimakasih

PROSES PEMOTRETAN UDARA DENGAN UAV UNTUK PEMETAAN

Apakah anda tahu proses pemotretan udara untuk kegiatan pemetaan?Proses pemetaan dengan UAV dilakukan dengan mengkolaborasikan tim UAV dengan tim survey GCP (Ground Control Point). Perlu koordinasi antara kedua tim tersebut dalam pekerjaan ini agar dapat berjalan dengan baik. 
Kenapa harus ada GCP?GCP digunakan untuk melakukan koreksi geometric terhadap foto  sehingga model yang dihasilkan dapat memiliki akurasi yang baik. Survey GCP dapat dilakukan dengan menggunakan GPS Geodetik sehingga akurasi yang dihasilkan tinggi.  Untuk melakukan uji akurasi, perlu diambil ICP (Independent Control Point) sehingga dapat diketahui akurasi model.
Model apa sih yang dimaksud?
Model yang dimaksud adalah model gambaran permukaan bumi, yaitu Foto Udara maupun DSM/DTM. Terkait Perbedaan DSM dan DTM sudah dibahas di postingan sebelumnya.
Proses Pemetaan dengan UAV
sumber : Dokumen Geo Aerospace (www.geo-aerospace.com)

Langkah awal pekerjaan, dilakukan identifikasi wilayah kajian/AOI (Area Of Interest). Setelah AOI didapatkan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan GCP dan ICP di tiap wilayah kajian. Jalur terbang dapat direncanakan pada tahap ini pula, yaitu dengan mensetting tampalan, enlap dan side lap yang diinginkan, lokasi take off-landing dan waktu yang dibutuhkan sampai proses pemotretan selesai. Langkah pra lapangan selesai.
Pada tahap lapangan dilakukan peletakan objek buatan sebagai GCP/ICP dengan menggunakan kain/terpal dengan warna kontras. Setelah seluruh objek buatan tersebut disebar dan diletakkan pada posisi sesuai rencana, maka dilakukan pengambilan foto dengan oleh tim UAV. 


Contoh Gambar Objek Buatan untuk GCP/ICP
sumber : Dokumentasi Geo Aerospace

Sementara itu tim survey geodetic melakukan pengukuran dengan menggunakan GPS Geodetik. Setelah misi terbang selesai, perlu dicek terlebih dahulu data terbang apakah tidak ada masalah, atau seluruh AOI sudah diambil dengan baik. Jika terdapat masalah misal objek buatan untuk GCP/ICP yang hilang atau foto blur/rusak, maka perlu dilakukan survey ulang untuk GCP atau foto di lokasi yang rusak.



Contoh Pengukuran GCP/ICP
sumber : Dokumentasi Geo Aerospace


Pada tahap pasca lapangan dilakukan pegolahan fotogrametri, berupa mozaik foto udara ortho dan ekstraksi data DSM. Uji akurasi juga dilakukan pada tahap ini sehingga kita akan tahu berapa resolusi spasial data dan akurasinya.

SIG UNTUK MEMBANGUN MODEL INUNDASI KENAIKAN MUKA AIR LAUT

video

Apakah anda sudah biasa menggunakan SIG?
SIG/Sistem  Informasi Geografis  adalah  sebuah  sistem komputer  yang mampu untuk memasang, mengumpulkan,  manipulasi  dan  menampilkan  informasi bereferensi geografis  (Campbell  , 2001). Senada  dengan Campbell,  de By,  dkk (2001) mendefinisikan Sistem Informasi geografis sebagai suatu sistem komputer yang memfasilitasi  tahap  entri  data,  analisis  data dan  penyajian  data terutama untuk data bergeoreferensi. 

Banyak dari pekerjaan yang berhubungan dengan lokasi menggunakan SIG untuk membantu analisis maupun visualisasi. Dengan Sistem Informasi Geografis/SIG/GIS dapat dibangun sebuah model yang mampu menghadirkan kemudahan-kemudahan dalam merepresentasikan dunia nyata. Model adalah simplifikasi dari kenyataan.  

SIG  dapat merepresentasikan  kenampakan  sekitar  atau real word dalam model  grafis  untuk membantu  dalam  analisis. Analisis  yang  sangat sulit dilakukan dengan menggunakan cara manual, dapat dilakukan dengan  lebih mudah  menggunakan  SIG, misalnya  untuk  melakukan  overlay,  dengan menggunakan SIG, proses dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Seperti pada video diatas, SIG membantu dalam membuat model Inundasi kenaikan permukaan air laut. Dengan menggunakan data DEM (Digital Elevation Model) dapat dimodelkan kenaikan muka air laut sehingga dapat diketahui wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak luapan air laut sehingga dapat diambil kebijakan-kebijakan manajemen bencana terhadap wilayah-wilayah tersebut. Menarik bukan? :)

SIG sangat membantu dalam berbagai kebutuhan akan informasi lokasi, analisis-analisis yang sangat rumit dilakukan secara manual, perhitungan panjang, luas, volume dan yang disajikan dalam video diatas, yaitu modelling.

Pada kesempatan lain akan saya berikan tutorial untuk membuat model inundasi tersebut. :)